Postingan

Menampilkan postingan dari 2012

cinta

Cuma dengan satu kata bisa kuwakili isi hatiku. Suatu kerinduan melewatkan mu dalam sekejap. Maka cuma ini yang ku punya. Tariklah dirimu untuk lebih dekat. Tahanlah dirimu jika terpikir untuk beranjak. Redamlah hasrat mu untuk menatap yang lain selain aku. Aku cuma ingin ini saja. Buatlah dirimu mengerti. Situasi ini bukan aku yang buat tapi senyatanya pikiran ini tersita banyak. Aku tak berharap ini akan sempurna tapi setidaknya hadirkan dirimu untuk hal ini, hingga waktu beranjak pagi, esok, hingga ia terus berganti. Kesempatan ini tak boleh pergi karna aku tak cukup kuat untuk mencoba lagi.

Perpisahan

Saat terbaik untuk menyadari apa yang kita punya adalah waktu kita kehilangan. Itu tak sepenuhnya benar tapi benar untukku merasakannya. Kita berjalan di bawah terangnya lampu pijar. Aku rasakan hangat tapi kau tidak. kita goyah tersenggol, kau bertahan aku tidak. Mungkin telah sepantasnya yang kita genggam kita lepas. Sekalipun aku berat tapi tak ada yang bisa dilakukan. Semuanya akan baik-baik saja tapi tetap akan meninggalkan luka. ini akan berat untukku tapi tidak untuk mu. Andaikata ada yang bisa diulang. Apakah lebih baik tak ada pertemuan atau menerima kita tak dapat dipersatukan? Tak akan... tak akan terlupakan. Tak ada yang perlu kita lupakan tapi cerita ini kan terlewatkan. Bertukar kisah yang lebih kau banggakan. Dipertemuan esok hari atau masa nanti. Ku harap kau terima aku kembali sebagai awan atau bayangan mu sendiri. Jika kau sedih tatap aku Jika kau sepi aku akan dekat dengan mu Sepantasnya yang kita genggam dilepaskan jika bertahan tak dapat ja...

Since You Been Gone

everyone can be wrong. yeah.. thats i'm feeling now. It's not about the fault but i want to talk about something deeply and soft. It Called Friend. Dunia selalu menghadirkan kejutan pada tiap waktu perjalanan hidup lu. Pernah ga kepikiran sebelumnya kalo lu bakal kenal sama si A.... Si B..... Si C..., berantem ama Si C...... Si G..... Si F.... atau bahkan kehilanga Si Z? Gw ga tau seberapa berharga pertemanan gw ama anak-anak kos, tapi ada pahit dan getir yang gw rasain saat tadi pagi gw harus realistis buat pisah sama mereka secara permanen. Adalah Mba Tika dan Mba laila yang kini sudah mengakhiri kuliah S1 nya dan meretas cita-cita di Jakarta Utara. ya.... Jakarta Utara tanah rantau mereka selanjutnya. hahahahahahah hari ini bikin gw sadar kalo kita semua udah dewasa dan harus membangun cerita hidup sendiri. Buat gw perjalanan yang sesungguhnya itu adalah masa-masa yang  mereka alami sekarang... semua bakal begitu baru dan asing. Mungkin rasanya sama persis saat gw unt...

Mencari

siapa yang jadi tulang? siapa yang jadi remukan? siapa yang jadi sumsum? siapa yang jadi remukan? siapa yang jadi engsel? siapa yang jadi remukan? siapa yang jadi mata kaki? siapa yang jadi remukan? siapa yang jadi tumit? siapa yang jadi remukan? siapa yang jadi ibu jari? siapa yang jadi remukan?

galau

Tuhan..... ingin rasanya aku menyerah melupakan dan melepasakan semua yang tersisa dan berlari dalam ketidak pedulian. Sebenarnya aku tidak ikhlas jika membiarkan diriku larut dalam ketidak berdayaan aku tidak marah pada Mu-Tuhan aku hanya merasa tidak disayangi Aku tau Kau tidak lupa padaku kau perlu waktu untuk memenuhi semua permintaan bukan? Tuhan.... tidak apa-apa jika ini belum waktunya teduhkanlah hati ku biar tak keruh sejukan hati ku biar tak marah senangkan hatiku biar tak menangis Namun bolehkah aku memohon sesuatu yang harus kau penuhi malam ini juga? aku minta agar Engkau mencintai Ku Tuhan malam ini aku akan tidur...sesakit apapun beban hidup aku takan mengeluh lagi asal kau beri aku cinta Mu. NB: ini mutasi FB

Perpisahan

Disisakan kegetiran. Remang2 gelak berselaput reriuhan yg makin lama makin memudar. Kini harap dinanti tangis tak sampai hati. Alkisah menuturkan jabatan bersambung pelukan, menjelma jadi dua belati. Kembang redup menyisakan kenangan. Saya hidup diantarax. Di segelas air berwarna yg juga menyediakan rasa tawar. Aku hentakan kaki seirama dgn jeritan. Kita kecil, botak dan telanjang. Aku membara dalam rasa malu. Saya berkata rindu. Para penjelajah mundur teratur dgn ribuan kaki yg pada tiap betisx di sarungi pelana. Saya yg tersisa dan aku tak lagi bisa mesra. Butir2 air hujan bercucur dan pekat kental sampai di bola mataku. Ia membutakan, menyiangi tiap lembar kenangan, dan menghapus wajah kalian. Aku.. Saya.. Bisa apa...? NB: ini mutasi FB

Dibawah sadar

Kau berlari dimana kau berlari? Kemana kau berlari pergi? Semakin kau pergi, makin kecilah aku. Lihat wajah ku di cermin! Tak sebatang udara pun ada. Kulit ku sangat putih. Laju.. Lajulah lari mu kini. Aku bermain dan melihat bayangan mu. Lari.. Berlari lagi. Semakin cepat kau berlari, makin kecilah aku. Lari.. Aku ingin berlari. Kau dekap tangan ku dan berkata "jangan pergi lagi". NB: ini mutasi FB

Menantang

Aku memimipikan, suatu saat apa yang ku lihat jauh diatas sana dapat aku genggam aku terbang menuju langit,  tempat dimana aku menggantungkan banyak doa dan menyimpan harapan langit aku datang….. menantnag mu! Mengambil banyak hal yang dulu ku titipkan padamu untuk aku genggam selamanya aku merabanya……….. merasakan tiap desiran awan yang berarak mengenai dadaku membelit angin yang serasa bagai puing-puing abu, ia halus tapi meninggalkan rasa di ujung jemari ku aku berlari dan menyiratkan bahwa aku tidak sedang bermimpi sekarang semuanya yang dulu hayalan, nyata sudah. Aku berlari sekencang desiran angin bahagia saat itu aku tertawa… aku ingin melampiaskan perasaan ku dengan raut wajah paling indah hari itu aku sangat bahagia. NB: ini mutasi FB

Solo panas

Awan membiru langit memudar. Senja sudah tak jingga.. Bintang sembunyi ditelan bulan terang yang gemuk dan bulat. Udara mendengus-dengus. Tak akan ada hujan hari ini. NB: ini mutasi FB

Kita

Sekarang bukan lagi masa untuk kau ungkit ini salah siapa. Aku begitu naif sementara kau terlalu egois untuk diriku. Kau ingini apa saja yang bisa memberikan kau apa saja tapi kau tak mampu pelihara yang kau punya. Kau ingin bahagia namun pada akhirnya kau sama saja. Bukalah mata dan lihatlah diriku. Buanglah semua curiga yang terlampau lama kau simpan yang mugkin memberatkan mu. Aku memang begitu dan kau terlalu menyayangi dirimu. NB: ini mutasi FB

satu hari

Aku mencatat bagian yang terlewat dari bibirku. Hari ini gerimis mengguyur tanah Borneo ku, kulihat parit teras rumahku tersumbat aliran air dan sampah yang menggunung serta berbau. aku mendekat dan kudekati lagi, sampai aku tau apa yang sebenarnya mengganjal. Ini adalah cermin, bekas bayangan-bayangan diri kita, terlalu banyak yang kita makan dan sisa kulitnya adalah harapan yang ditanam dan tak akan tumbuh tanpa dipupuk. Hujan beranjak , mendung di ganti matahari, jika kau masih duduk dalam kebekuan dan tawa lepas tanpa beban maka tamatlah kita. Kadang kita berdoa, menuturkan harapan-harapan untuk masa depan. Sering kita menangis dan tiba-tiba tertawa, dan jawaban dari tiap doa itu terkadang adalah TIDAK. Aku mengukir yang lepas dari ingatan ku. Ku robek dinding bagasiku dan kucongkeli perlahan. Cinta adalah semu dan kasih adalah palsu, mana yang terbaik diantara keduanya? Di tanah Borneo ku, kulit kayu dan kerikil telah terlepas dari akar udaranya, ikan tak la...

Sebelah mata

Sebenarnya kehidupan tak layak di habiskan dalam lubuk-lubuk persinggahan. Adalah kita yang mengatas namakan diri bak musafir, tapi tak tau makna dari sebuah perjalanan. Kita gelandangan tersesat. Mencari makan kesana kemari, tak pernah tau jika dedaunan dalam rawa-rawa depan rumah kita dapat menghidupi. Bisakah kita pelihara burung tanpa sangkar? Bisakah kita sehat jika sakit tak disembuhkan? Bisakah kita kenyang tanpa makan? Bisakah kita berubah tanpa kesempatan? Bisakah kita jatuh cinta tanpa pernah bertemu dan bertatapan? Bisakah kita toleran tanpa ada perbedaan? Kita adalah gelandangan jalanan, yg menunjuk kekejaman dunia tanpa sadar, jika yang membuat muak dunia adalah diri kita. Kita adalah bangkai yang terbuang. Tak pernah sadar jika aroma busuk yang menebar berasal dari tubuh kita. Kita... Kita... Kita adalah manusia-manusia yg besar dan sempurna dalam derajat pemikiran kita sendiri. Slama ini kita, kita yang mengaku sempurna hanya mampu melihat segala ses...

Yang Ku Cari di Langit

apa yang ku cari di langit? aku bahagia dalam kegetiran yang merobek hati dalam batas-atas toleran kita berjalan tak usah takut gelap ketakutan tak bisa kita singkirkan berdendang saja sekenanya untuk menenangkan kau dan aku sering tak sejalan tapi kita seimbang dalam sepotong pemikiran akankah kita bersua dalam keterbatasan waktu yang akhirnya tak dapat ditentukan? adanya kau dan aku bagai bulan, yang tetap bermain meski tak ditemani bintang.... ijinkan aku bersandar.... berdiri menengadah sinar matahari semasa kecil ku selalu menatap langit merindu wajah Tuhan dan bercumbu dengan-NYA. tak usah takut... bergeraklah! tak usah ragu... berlarilah! ketakutan tak bisa kita singkirkan berdendang saja sekenanya untuk menenangkan kau dan aku sering tak sejalan tapi kita seimbang dalam sepotong pemikiran semasa kecil ku selalu menatap langit merindu wajah Tuhan dan bercumbu dengan-NYA merindu wajah Tuhan...... bercumbu dengannya....... merindu wajah Tuhan..........

?

Bisakah semuanya berakhir? sementara saya masih hidup anda juga hidup mereka yang juga hidup Bisakah timbul saling pengertian? dan saya masih memiliki ambisi... anda... mereka juga punya...... betapapun inginnya saya mencoba bersabar saya tak bisa pungkiri betapa saya ingin menyepi saja dan tidak turut campur dengan pikiran kalian mengertilah... hargailah..... NB: ini mutasi FB

Rindu

Apa sudah kau rasa....ribuan hal yang selama ini jadi milikmu ternyata tak pernah benar-benar menjadi milikmu? Ia kau genggam, kau rawat, kau jaga dan kau banggakan hilang sudah. Tuhan memberimu sebuah batu... kau tak perlu membaginya, menguranginya ataupun menambahkannya Kau hanya perlu menjaganya. kini batu itu hilang..... apakah Tuhan mengambilnya atu kantongku kurang aman? Saat ini Tuhan sudah sama rapuhnya..... Ia tak sanggup terus memberi. Benih kebaikan yang ia pelihara kali ini menipis sudah. Sementara kita budak-budak peminta telah hilang arah dan terbenam dalam kepulan nafas yang terengah akibat do'a. Apa yang Ia pinta kepada kita kadang tak sebanding.... lantas apakah kalimat sabar hanyalah kamuflase dari ketidakberdayaanNYA dalam memenuhi segala yang dituntutkan? Apakah air mata hanya hadiah bagi kepedihan agar tak melebur sendiri dalam jeritan-jeritan batas akal? Sudahkan kau bicara pada Tuhan sejauh hari ini menutup diri dan berganti? Sudah lela...

welcome to my home sweet home.

selamat datang dirumah keset gw hai anak muda..........http://wiswisabcde.blogspot.com alias tuan sempurna hahahahaahahahahah salam satu keset (say "welcome") welcome = merek keset

Terbuai dunia

Gambar
well............ selama dua minggu ini gw ngerasa galau parah, depresi berat, mabok, ancur, remuk, terhimpit, frustasi, hilang arah, ga berdaya dan lebayyyyyyyy. gw jadi alay di sms, belaga sotoy, belaga remuk, belaga sibuk, dan belaga ga punya duit (kalo yg terakhir sebenarnya kisah nyata)...padahal aslinya cuma cari perhatian doang. hahaahahaha Gw adalah korban dari ambisi dan kekejaman hidup yang punya kesenjangan sosial tinggi. Fanatik dengan keberadaban yang dibuat-buat dan moral yang sebenarnya becek kaya bubur nasi. dalam pertemanan gw bukan termasuk orang yang berhasil buat jaga hubungan gw (temenan aja ga sukses apalagi pacaran), hal itu disebabkan karena simpati dan empati itu adalah ibarat udang dibalik batu. Itu juga yang pada akhirnya seiring waktu berjalan, terjadi gangguan pada perkembangan pada tingkat keeratan antara lu ama temen lu.....dan berakhir seperti bencana. Gejala awalnya kaya numpuk enek, emosi, sebel, bosen, males dan rasa bete yang tak berkesudahan (sedim...

Terbuai

Aku ingin berlari... untuk itu akau belajar... Aku coba dan aku jatuh berulang kali. Seorang kawan datang.... Ia bilang juga ingin bisa berlari kami belajar untuk berlari, aku jatuh....ia juga kemudian ia berjalan lebih cepat dari ku.... ia berlari dan terus semakin jauh dan aku terus jatuh. Aku ingin terbang lantas aku belajar untuk terbang. Seorang teman datang Ia bilang ingin tau bagaimana rasanya terbang lantas kami belajar bersama kami terjatuh...... Kami coba lagi. Suatu hari aku melihat ia diangkasa. Ia terbang. aku coba...terjun dari ketinggian. Sayap ku patah dan jatuh dari ketinggian. Ku lihat Ia terbang semakin jauh tak kembali. Aku ingin berenang lantas aku belajar berenang. Seorang teman berkata ingin berenang dan kami belajar bersama. Ia sudah bisa menyelam dan aku masih di pinggiran pantai ia menyelam semakin dalam dan aku sudah pandai berenang. aku takut ditinggalkan lantas aku menyelam dan tenggelam. Sekarang aku ingin belajar menembak tema...

Jati diri.....................?!@#$%^&*

Gambar
Tadinya gw pikir bakat fotografi itu ada di dalam diri gw, tapi nyatanya.... hasil foto gw ga ada yang bagus (selalu meleset dari imajinasi gw). Sayangnya otak gw terlalu pandai untuk mengoreksi ke-sok tauan gw...jadilah gw yang tadinya PD setengah mampus ama bidang ini jadi ciuttttt. Sebelumnya (alurnya dimundurin) gw pikir keahlian ini bisa gw jadiin bekal buat cita-cita gw yang ngebet banget jadi jurnalis alias wartawan alias reporter............ itu juga yang bikin gw lebih seneng jadi tukang foto ketimbang jadi obyek foto kalo lagi hang out bareng temen. Namun melihat kenyataan yang ada (alur maju) gw jadi tengsin alias ragu alias ga PD. dan inilah hasil foto gw....hahahahah Setelah melihat hasil jepretan gw, pertanyaan yang kemudian muncul adalah kemana arah labuhan jati diri gw?

home sweet home = rumah manis rumah

Nah tadinya blog ini mau gw share kalo segala sesuatunya sudah berjalan sesuai dengan pemikiran cerdas gw, tapi siapa nyana klo pada akhirnya gw kudu realistis juga. Persoalan daya kreatifitas gw yang tanpa batas namun terbentur oleh keterbatasan kemampuan tenaga ahli, bikin blog gw jadi terlalu apa adanya dan prihatin.  So....blog ini bener-bener plagiat gw. Begitu apa adanya dan sangat sederhana. Nikmatilah tiap sudut kelemahan blog gw dengan memandangi foto gw yang punya kelebihan daya tarik.... Dari situ kalian bakal menikamti segala sedimentasi curhatan gw yang ga ada arti. Salam....home sweet home

Setia

Saatnya aku yang berkata. Waktu baru kenal tanah dan sedikit cara bicara, tangan dan kaki ku dirampas dari semesta. Terikat tak berdaya. Orang bilang aku dipasung. Saat aku datang bulan, aku sudah lupa cara berjalan dan bahasa. Remang-remang hujan bagai tangis. Aku melihat gerimis memantul. Aku tak pernah tau jika tanah juga merasa haus. Aku ingin disentuh hujan, tapi mereka jatuh dan memantul jauh dari ku. Atap yang jadi langit ku bocor. Ada setetes air hujan yang berpeluang mengenaiku.. Aku berusaha mengulur tubuh. Air jatuh dan meleset...terus ku coba dan coba lagi. Sampai lelah aku, terik telah datang. Mataku melotot tak brkedip lagi.