Postingan

Anak ke 2

Kabarnya aku dirindukan oleh tubuh tua renta dan sakit-sakitan Katanya ada yang mau ajak aku diskusi dia yang tiga perempat usianya habis untuk cari nafkah dan kini sudah tak mampu. Kelihatannya aku mulai diharapakan oleh mereka yang dulu anggap aku anak sialan. Kini aku sudah tampak berharga dia yang padahal baru kemarin, nyacat harta yang aku punya. kini ada yang mendoakan aku berumur panjang supaya bisa sambung hidup mereka. Ternyata aku diharapakan, meski selalu dengan sejuta alasan yang mereka pikir akan menguntungkan. Selalu aku tak benar-benar dirindukan.

Tetap Tinggal

Jangan pulang jangan dulu kau pulang besok saja kau pulang untuk apa kau pulang? Jangan pulang belum waktunya pulang lain kali saja kau pulang kemanakah kau pulang? Jangan pulang ini belum saatnya pulang tak ada yang suruh kau pulang untuk apa kamu pulang? dan aku tak pulang Ayo pulang cepat pulang sekarang kau harus pulang kenapa belum juga pulang? Ayo pulang terlalu lama tak pulang jangan tunda untuk pulang kemana saja sampai tak pulang? Ayo Pulang sudah waktunya pulang kau disuruh pulang kenapa kau tak pulang? dan aku tetap tak pulang.

Solo Hari Ini

Hari ini Solo Panas Hari ini Solo ada Razia kendaraan bermotor, sekitar jam 10.00 WIB Hari ini Solo Bergairah, karena aku dapat Secangkir Cendol tanpa es. Hari ini Solo rada nasionalis, Aku dapat oleh-oleh batik Madura. Hari ini Solo penuh kasih, Aku diberi sosis So Nice dari Uta yang umurnya baru 3 tahun. Hari ini Solo kaya Oase, Aku dikasih Aqua 600ml. Hari ini bahagia sekali, banyak yang kasih aku.

Orang Sinting

Kata terakhirnya aku tak punya hati. Sampai aku merasa lepas landas dan fokus pada aku saja pun, aku tak boleh. Toh waktu seumur mereka sekurang-kurangnya aku, pantang mengemis. Barangkali dunia mereka lebih kejam, jadi aku yang paling kuat dan bisa bertahan ini dikatai kejam. Jadilah kita yang hidup di era sekarang, aku pikir jangan kolot-kolot amat. Kasih patokan umur segini harus nikah. Minimal kerja begitu harus punya anak. Gaji sedikit gini, paling ga punya keyakinan buat kredit kendaraan. Kerja apa aja, tinggal nebeng mertua. Cari pasangan hidup yang bisa diajak susah bareng. LU GILAAAA ????? Umur yang makin nambah, ngebuat kamu dicengin dan selalu ditanyakapan kawin? Umur yang makin nambah, bikin kamu dikatain Tua. Umur yang makin nambah bikin kamu ditanyain, lu ga takut apa keburu ga bisa punya anak? LU SEHAAAAT ??? Kalo tujuan hidup kalian cuma buat seperti itu, ya jadilah orang-orang pada umumnya.  Aku ya aku. Hidup untuk dir...

Ruang Kosong 1

Bisakah kamu kosongkan gelasmu sejenak? aku ingin berbicara. biar gelasmu terisi dengan buah pikiranku saja, teguklah dan rasakan apakah isi gelasmu adalah rasa yang memuaskan? Aku kedatangan tamu malam ini. Air mukanya muram, suaranya serak dan mukanya sembab. Aku mencium aroma kegundahan dalam tubuh tamuku. Semalam suntuk ia cuma mengulet dengan bola mata membelalak. Sesekali ia berjalan modar-mandir menatap jendela yang mengarah pada jalan utama dari rumahku. Kopinya sudah dingin, dan akan sangat meninggalakn rasa asam jika kau teguk. Buatku kopi macam itu tak layak diminum karena satu cagkirnya sudah dibaui aroma kopi, tapi kopinya tak lagi seperti kopi. Tamuku bernama keresahan. Adakah cermin yang tembus sampai kedalam? Biar aku bisa tau persoalan macam apa yag melukai organ tubuhku yang paling tersembunyi. Di balik tubuhku mungkin ada luka. Rasanya perih dan nyeri. Mungkin ini luka sayatan, goresan, borok, tusukan atau memar yang berubah menjadi warna biru.

Orang-orang Lalu

Sini aku lihat Wajah bersih dan mata itu. Diam…. Aku mencoba merasakan. Kau tampak tak asing. Benarkah dari masa lalu? Kamu yang didepanku, apakah sengaja mengirimi kabar untuk ku? Sudah berapa lama kamu menunggu? Benarkah hanya untuk memberi pesan untuk ku? Orang-orang lalu Bisa menyapa, sebatas senyum atau berpelukan akhirnya. Memberi beban atau menawarkan tangan kanannya. Saling menangisi kepedihan atau hanya   mencoba untuk tertawa. Ada yang jalan sempoyongan kemudian ditopang atau dibiarkan berjuang sendiri. Orang-orang lalu Memberi pilihan yang tak bisa kau pilih. Ia harus dimenangkan lewat undian, agar kau merasakan salah satu dari dua pilihan yang ditawarkan. Bisa saja selepas bertatap muka kita akan pisah sambil   berjabat tangan atau lambaian tangan saja. Kau bisa pamitan dengan membangunkan aku atau pergi mengendap-endap . Kau bisa dihargainya dengan hidupnya atau senyuman saja. Orang-orang lalu Kupu-kupu Dari manakah ...

1

                Langit sore Jogja, aku melihat awan yang keemasan dan langit yang mulai memudar karena sebentar lagi senja akan datang. Ada kicauan burung gereja dengan kawanan kelompoknya,   pohon yang diam tanpa hembusan angin   dan hawa panas yang menyengat tubuh. Semua terlihat jelas di bibir pintu yang jadi sandaranku ini,   mataku belum sepenuhnya terbuka dan pikiranku masih tertinggal dalam tidur dan kasurku   yang   kempis. Kepalaku berat mungkin karena terlalu lama tidur.       Mataku masih menatap keluar, kunikmati pergantian sore ini menjadi senja, sesekali ada pesawat melintas udara dengan suara bisingnya yang membuyarkan pikiranku.       Sekarang semua orang bisa terbang kemanapun ia suka, manusia sudah tak jauh berbeda dengan burung. Perlahan awan berjalan, bersentuhan dengan langit dan mereka saling bercumbu, kini...