Ruang Kosong 1
Bisakah kamu kosongkan gelasmu sejenak?
aku ingin berbicara.
biar gelasmu terisi dengan buah pikiranku saja, teguklah dan rasakan apakah isi gelasmu adalah rasa yang memuaskan?
Aku kedatangan tamu malam ini.
Air mukanya muram, suaranya serak dan mukanya sembab.
Aku mencium aroma kegundahan dalam tubuh tamuku.
Semalam suntuk ia cuma mengulet dengan bola mata membelalak.
Sesekali ia berjalan modar-mandir menatap jendela yang mengarah pada jalan utama dari rumahku.
Kopinya sudah dingin, dan akan sangat meninggalakn rasa asam jika kau teguk.
Buatku kopi macam itu tak layak diminum karena satu cagkirnya sudah dibaui aroma kopi, tapi kopinya tak lagi seperti kopi.
Tamuku bernama keresahan.
Adakah cermin yang tembus sampai kedalam?
Biar aku bisa tau persoalan macam apa yag melukai organ tubuhku yang paling tersembunyi.
Di balik tubuhku mungkin ada luka.
Rasanya perih dan nyeri.
Mungkin ini luka sayatan, goresan, borok, tusukan atau memar yang berubah menjadi warna biru.
aku ingin berbicara.
biar gelasmu terisi dengan buah pikiranku saja, teguklah dan rasakan apakah isi gelasmu adalah rasa yang memuaskan?
Aku kedatangan tamu malam ini.
Air mukanya muram, suaranya serak dan mukanya sembab.
Aku mencium aroma kegundahan dalam tubuh tamuku.
Semalam suntuk ia cuma mengulet dengan bola mata membelalak.
Sesekali ia berjalan modar-mandir menatap jendela yang mengarah pada jalan utama dari rumahku.
Kopinya sudah dingin, dan akan sangat meninggalakn rasa asam jika kau teguk.
Buatku kopi macam itu tak layak diminum karena satu cagkirnya sudah dibaui aroma kopi, tapi kopinya tak lagi seperti kopi.
Tamuku bernama keresahan.
Adakah cermin yang tembus sampai kedalam?
Biar aku bisa tau persoalan macam apa yag melukai organ tubuhku yang paling tersembunyi.
Di balik tubuhku mungkin ada luka.
Rasanya perih dan nyeri.
Mungkin ini luka sayatan, goresan, borok, tusukan atau memar yang berubah menjadi warna biru.
Komentar
Posting Komentar