Aku mencatat bagian yang terlewat dari bibirku. Hari ini gerimis mengguyur tanah Borneo ku, kulihat parit teras rumahku tersumbat aliran air dan sampah yang menggunung serta berbau. aku mendekat dan kudekati lagi, sampai aku tau apa yang sebenarnya mengganjal. Ini adalah cermin, bekas bayangan-bayangan diri kita, terlalu banyak yang kita makan dan sisa kulitnya adalah harapan yang ditanam dan tak akan tumbuh tanpa dipupuk. Hujan beranjak , mendung di ganti matahari, jika kau masih duduk dalam kebekuan dan tawa lepas tanpa beban maka tamatlah kita. Kadang kita berdoa, menuturkan harapan-harapan untuk masa depan. Sering kita menangis dan tiba-tiba tertawa, dan jawaban dari tiap doa itu terkadang adalah TIDAK. Aku mengukir yang lepas dari ingatan ku. Ku robek dinding bagasiku dan kucongkeli perlahan. Cinta adalah semu dan kasih adalah palsu, mana yang terbaik diantara keduanya? Di tanah Borneo ku, kulit kayu dan kerikil telah terlepas dari akar udaranya, ikan tak la...