Sebelah mata

Sebenarnya kehidupan tak layak di habiskan dalam lubuk-lubuk persinggahan.

Adalah kita yang mengatas namakan diri bak musafir, tapi tak tau makna dari sebuah perjalanan.

Kita gelandangan tersesat.
Mencari makan kesana kemari, tak pernah tau jika dedaunan dalam rawa-rawa depan rumah kita dapat menghidupi.

Bisakah kita pelihara burung tanpa sangkar? Bisakah kita sehat jika sakit tak disembuhkan?
Bisakah kita kenyang tanpa makan?
Bisakah kita berubah tanpa kesempatan? Bisakah kita jatuh cinta tanpa pernah bertemu dan bertatapan?
Bisakah kita toleran tanpa ada perbedaan?

Kita adalah gelandangan jalanan, yg menunjuk kekejaman dunia tanpa sadar, jika yang membuat muak dunia adalah diri kita.

Kita adalah bangkai yang terbuang. Tak pernah sadar jika aroma busuk yang menebar berasal dari tubuh kita.

Kita...
Kita...
Kita adalah manusia-manusia yg besar dan sempurna dalam derajat pemikiran kita sendiri. Slama ini kita, kita yang mengaku sempurna hanya mampu melihat segala sesuatunya dengan sebelah mata.

NB: ini mutasi FB

Komentar