Perpisahan

Disisakan kegetiran.
Remang2 gelak berselaput reriuhan yg makin lama makin memudar.

Kini harap dinanti tangis tak sampai hati. Alkisah menuturkan jabatan bersambung pelukan, menjelma jadi dua belati.

Kembang redup menyisakan kenangan.
Saya hidup diantarax. Di segelas air berwarna yg juga menyediakan rasa tawar.

Aku hentakan kaki seirama dgn jeritan. Kita kecil, botak dan telanjang. Aku membara dalam rasa malu.

Saya berkata rindu.
Para penjelajah mundur teratur dgn ribuan kaki yg pada tiap betisx di sarungi pelana.

Saya yg tersisa dan aku tak lagi bisa mesra.
Butir2 air hujan bercucur dan pekat kental sampai di bola mataku.

Ia membutakan, menyiangi tiap lembar kenangan, dan menghapus wajah kalian.

Aku..
Saya..
Bisa apa...?

NB: ini mutasi FB

Komentar