satu hari
Aku mencatat bagian yang terlewat dari bibirku. Hari ini gerimis mengguyur tanah Borneo ku, kulihat parit teras rumahku tersumbat aliran air dan sampah yang menggunung serta berbau. aku mendekat dan kudekati lagi, sampai aku tau apa yang sebenarnya mengganjal.
Ini adalah cermin, bekas bayangan-bayangan diri kita, terlalu banyak yang kita makan dan sisa kulitnya adalah harapan yang ditanam dan tak akan tumbuh tanpa dipupuk. Hujan beranjak , mendung di ganti matahari, jika kau masih duduk dalam kebekuan dan tawa lepas tanpa beban maka tamatlah kita.
Kadang kita berdoa, menuturkan harapan-harapan untuk masa depan. Sering kita menangis dan tiba-tiba tertawa, dan jawaban dari tiap doa itu terkadang adalah TIDAK.
Aku mengukir yang lepas dari ingatan ku. Ku robek dinding bagasiku dan kucongkeli perlahan. Cinta adalah semu dan kasih adalah palsu, mana yang terbaik diantara keduanya?
Di tanah Borneo ku, kulit kayu dan kerikil telah terlepas dari akar udaranya, ikan tak lagi butuh air untuk bernafas dan manusia menceburkan dirinya dalam-dalam ke air untuk hidup. Ini dunia yang terbalik dan terbengkalai dari nafsu hedonis yang tak terperi. Kita begitu bergairah, langit penuh hawa nafsu dan bumi terobsesi untuk saling meremukan kejalangan.
Aku seperti gelandangan, mengais-ngais wajah manusia yang lupa diri. Aku adalah raja yang berteriak-teriak minta di patuhi. Aku adalah bunga yang bisa tampak cantik jika disirami. Aku adalah kesempurnaan yang melebihi diantara manusia yang tak tau diri. Aku adalah kau, seorang pelarian yang tak tau kemana harus berlari.
NB: ini mutasi FB
Ini adalah cermin, bekas bayangan-bayangan diri kita, terlalu banyak yang kita makan dan sisa kulitnya adalah harapan yang ditanam dan tak akan tumbuh tanpa dipupuk. Hujan beranjak , mendung di ganti matahari, jika kau masih duduk dalam kebekuan dan tawa lepas tanpa beban maka tamatlah kita.
Kadang kita berdoa, menuturkan harapan-harapan untuk masa depan. Sering kita menangis dan tiba-tiba tertawa, dan jawaban dari tiap doa itu terkadang adalah TIDAK.
Aku mengukir yang lepas dari ingatan ku. Ku robek dinding bagasiku dan kucongkeli perlahan. Cinta adalah semu dan kasih adalah palsu, mana yang terbaik diantara keduanya?
Di tanah Borneo ku, kulit kayu dan kerikil telah terlepas dari akar udaranya, ikan tak lagi butuh air untuk bernafas dan manusia menceburkan dirinya dalam-dalam ke air untuk hidup. Ini dunia yang terbalik dan terbengkalai dari nafsu hedonis yang tak terperi. Kita begitu bergairah, langit penuh hawa nafsu dan bumi terobsesi untuk saling meremukan kejalangan.
Aku seperti gelandangan, mengais-ngais wajah manusia yang lupa diri. Aku adalah raja yang berteriak-teriak minta di patuhi. Aku adalah bunga yang bisa tampak cantik jika disirami. Aku adalah kesempurnaan yang melebihi diantara manusia yang tak tau diri. Aku adalah kau, seorang pelarian yang tak tau kemana harus berlari.
NB: ini mutasi FB
Komentar
Posting Komentar