1



                Langit sore Jogja, aku melihat awan yang keemasan dan langit yang mulai memudar karena sebentar lagi senja akan datang. Ada kicauan burung gereja dengan kawanan kelompoknya,  pohon yang diam tanpa hembusan angin  dan hawa panas yang menyengat tubuh. Semua terlihat jelas di bibir pintu yang jadi sandaranku ini,  mataku belum sepenuhnya terbuka dan pikiranku masih tertinggal dalam tidur dan kasurku  yang  kempis. Kepalaku berat mungkin karena terlalu lama tidur.

      Mataku masih menatap keluar, kunikmati pergantian sore ini menjadi senja, sesekali ada pesawat melintas udara dengan suara bisingnya yang membuyarkan pikiranku. 
     Sekarang semua orang bisa terbang kemanapun ia suka, manusia sudah tak jauh berbeda dengan burung. Perlahan awan berjalan, bersentuhan dengan langit dan mereka saling bercumbu, kini takan ada langit dan tak ada awan. Mereka kelabu kini.  

Burung-burung gereja kini pergi tapi kicauannya masih terdengar. Sore ini aku merasakan sesuatu tapi rasanya tak dapat kuungkapkan. Lakukanlah hal yang sama denganku jika kau ingin tau. Aku merasa jingga.

Matahari terlalu mencolok dan berhasil membuatku beranjak untuk  merasakan kehangatan dan hawa panas yang menyengat.

    Kini ada kawanan burung yang terbang teratur tepat didepan pandanganku, mereka terbang menukik, berpencar dan satu persatu terbang ke hadapanku seolah ingin menyapa atau ingin mengejekku. Mereka terbang begitu dekat dari tempatku berdiri.

      Aku berhayal, betapa indahnya jika dalam peristiwa seperti ini kuhabiskan dengan berlari, menyusuri lorong-lorong, aku tertawa, lepas dan tampak bahagia. Mungkin rasanya tak jauh beda dengan terbang dengan kedua tanganku. Aku memimpikan ini terjadi, aku bersama teman-teman yang begitu setia dan lekat bagai saudara. Aku terus menatap keatas, melihat pohon-pohon, atap rumah yang beradu tinggi dan mereka………

Suara adzan kini!!!




 Jogjakarta, 14 Agustus 2012
 Ditulis tepat setelah matahri sore itu




Komentar