Terbuai
Aku ingin berlari...
untuk itu akau belajar...
Aku coba dan aku jatuh berulang kali.
Seorang kawan datang....
Ia bilang juga ingin bisa berlari
kami belajar untuk berlari, aku jatuh....ia juga
kemudian ia berjalan lebih cepat dari ku.... ia berlari dan terus semakin jauh
dan aku terus jatuh.
Aku ingin terbang
lantas aku belajar untuk terbang.
Seorang teman datang
Ia bilang ingin tau bagaimana rasanya terbang
lantas kami belajar bersama
kami terjatuh......
Kami coba lagi.
Suatu hari aku melihat ia diangkasa. Ia terbang.
aku coba...terjun dari ketinggian.
Sayap ku patah dan jatuh dari ketinggian.
Ku lihat Ia terbang semakin jauh tak kembali.
Aku ingin berenang
lantas aku belajar berenang.
Seorang teman berkata ingin berenang dan kami belajar bersama.
Ia sudah bisa menyelam dan aku masih di pinggiran pantai
ia menyelam semakin dalam dan aku sudah pandai berenang.
aku takut ditinggalkan lantas aku menyelam dan tenggelam.
Sekarang aku ingin belajar menembak
teman ku berkata juga.
kami belajar bersama. Ia menjadi ulung.
Lantas aku terus mencoba dan terus gagal.
Hari ini ku isi dengan satu selongsong peluru....
Aku menembak dan peluru bersarang dikepala ku.
Aku bertanya...
apa gunanya menyiksa batinku jika sealalu berkahir tidak bisa?
dan ternyata Tuhan sedang tidur saat aku meminta, jadi Ia tidak pernah mendengar ku.
Aku terima.
untuk itu akau belajar...
Aku coba dan aku jatuh berulang kali.
Seorang kawan datang....
Ia bilang juga ingin bisa berlari
kami belajar untuk berlari, aku jatuh....ia juga
kemudian ia berjalan lebih cepat dari ku.... ia berlari dan terus semakin jauh
dan aku terus jatuh.
Aku ingin terbang
lantas aku belajar untuk terbang.
Seorang teman datang
Ia bilang ingin tau bagaimana rasanya terbang
lantas kami belajar bersama
kami terjatuh......
Kami coba lagi.
Suatu hari aku melihat ia diangkasa. Ia terbang.
aku coba...terjun dari ketinggian.
Sayap ku patah dan jatuh dari ketinggian.
Ku lihat Ia terbang semakin jauh tak kembali.
Aku ingin berenang
lantas aku belajar berenang.
Seorang teman berkata ingin berenang dan kami belajar bersama.
Ia sudah bisa menyelam dan aku masih di pinggiran pantai
ia menyelam semakin dalam dan aku sudah pandai berenang.
aku takut ditinggalkan lantas aku menyelam dan tenggelam.
Sekarang aku ingin belajar menembak
teman ku berkata juga.
kami belajar bersama. Ia menjadi ulung.
Lantas aku terus mencoba dan terus gagal.
Hari ini ku isi dengan satu selongsong peluru....
Aku menembak dan peluru bersarang dikepala ku.
Aku bertanya...
apa gunanya menyiksa batinku jika sealalu berkahir tidak bisa?
dan ternyata Tuhan sedang tidur saat aku meminta, jadi Ia tidak pernah mendengar ku.
Aku terima.
Komentar
Posting Komentar