Setia

Saatnya aku yang berkata. Waktu baru kenal tanah dan sedikit cara bicara, tangan dan kaki ku dirampas dari semesta.

Terikat tak berdaya. Orang bilang aku dipasung.

Saat aku datang bulan, aku sudah lupa cara berjalan dan bahasa.

Remang-remang hujan bagai tangis. Aku melihat gerimis memantul. Aku tak pernah tau jika tanah juga merasa haus.

Aku ingin disentuh hujan, tapi mereka jatuh dan memantul jauh dari ku.

Atap yang jadi langit ku bocor. Ada setetes air hujan yang berpeluang mengenaiku..

Aku berusaha mengulur tubuh. Air jatuh dan meleset...terus ku coba dan coba lagi.

Sampai lelah aku, terik telah datang.
Mataku melotot tak brkedip lagi.

Komentar